makanan anak-anak

Teman-teman kita harus pandai memberi anak-anak nutrisi yang sehat, pertumbuhan dan perkembangan sejak anak-anak. Ini tidak hanya memberikan pertumbuhan maksimum, tetapi anak, bahkan setelah tumbuh dewasa, akan bebas dari berbagai penyakit kronis. Tentu saja, untuk memulai kebiasaan itu, Anda harus memilih makanan sehat yang berbeda. Ada banyak jenis makanan sehat yang harus Anda berikan kepada anak-anak setiap saat, dan ini bisa menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan saat berbelanja.

Daftar makanan sehat yang bisa dibeli anak-anak saat berbelanja

1. Sumber nutrisi

Makanan berserat tinggi harus selalu ada dalam daftar belanja Anda. Karena serat baik untuk pencernaan, ia menormalkan kadar gula darah, mencegah penyakit jantung dan mempertahankan berat badan ideal. Komponen-komponen ini dapat membantu Anda membuat serat lebih lengkap, mencerna, mengontrol gula darah Anda, menjaga jantung Anda dan mengatur berat badan Anda. Makanan nabati dapat ditemukan di:


  1. sayuran

  2. buah-buahan

  3. kedelai

  4. Serpihan gandum utuh

  5. pasta gandum utuh

  6. roti gandum


Cobalah memilih makanan segar seperti buah dan sayuran segar daripada makanan kaleng atau kering. Makanan dalam kemasan mengandung banyak natrium dan tidak baik untuk anak kecil Anda.

2. Sumber makanan potasium

Kebanyakan orang tua tidak tahu bahwa sumber kalium sangat penting. Meskipun kalium sangat penting untuk sistem saraf, fungsi otot dan keseimbangan cairan, tidak jarang anak-anak tidak cukup mengkonsumsinya.

Sumber kalium yang baik:


  1. pengacara
  2. pisang
  3. melon
  4. sayuran hijau (seperti brokoli)
  5. jus jeruk
  6. pepaya
  7. kacang dan kacang
  8. kentang yang dikupas
  9. tomat
  10. Ikan, kerang, dan tiram
  11. Produk susu rendah atau rendah lemak


Legum (termasuk almond, kacang merah, kacang polong, kacang tanah, dan kedelai)

3. Pasokan protein dengan makanan

Protein adalah agen binaraga utama. Anak-anak membutuhkan protein untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan berbagai jaringan tubuh. Apa sumber protein terbaik?


  1. telur
  2. keju rendah lemak
  3. ikan
  4. daging tanpa lemak
  5. unggas tanpa kulit
  6. susu sapi
  7. Kedelai dan produk kedelai (Tempe, Tahu, Oncom dan kecap)
  8. yogurt
  9. kacang
  10. biji-bijian



4. Sumber makanan untuk lemak

Anak Anda selalu membutuhkan minyak dalam makanannya, tetapi jangan memberi terlalu banyak. Ada jenis lemak yang lebih baik daripada yang lain. Misalnya, asam lemak omega-3 dapat membantu otak untuk berkembang pada bayi dan anak-anak. Dibandingkan dengan asam lemak jenuh, asam lemak omega-3 dan asam lemak tak jenuh dapat membantu mencegah diabetes Anda dengan membuat tubuh Anda lebih sensitif terhadap insulin. Berikut adalah asam lemak Omega 3 yang kaya dan tidak jenuh:

• salmon dan tuna


  1. telur
  2. kacang
  3. biji-bijian
  4. minyak zaitun
  5. minyak lobak
  6. biji rami (biji rami)
  7. Minyak zaitun dan produk lobak (dalam beberapa jenis mentega, vinaigrette, dan saus botol)


Semakin banyak anak yang Anda makan, semakin banyak nutrisi yang Anda dapatkan

Jangan mengambil makanan jika Anda membeli makanan sehat untuk anak-anak. Semakin banyak makanan yang dikonsumsi anak Anda, semakin banyak nutrisi yang dapat mereka terima. Karena tidak ada makanan yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan gizi Anda.

Mengubah menu makanan mencegah kebosanan pada anak-anak. Jika dia bosan, dia bisa melakukan mogok makan. Jadi Anda bisa membeli makanan yang berbeda setiap minggu, sehingga menunya berbeda.

Saat membeli makanan sehat untuk anak-anak, cari label produk.

Saat berbelanja, jangan hanya melihat harga. Banyak ibu cenderung melihat harga dan merek produk makanan. Padahal, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah membaca label produk. Ya, ada kalanya Anda membeli makanan olahan. Anda dapat melihat nilai gizi untuk mempelajari nilai gizi produk makanan.

Pilih produk yang rendah gula, lemak jenuh dan natrium. Jika setiap bagian mengandung 5% atau kurang gula, lemak jenuh atau natrium, Anda dapat mengatakan bahwa makanan itu "baik". Jika setiap porsi mengandung 20% ​​atau lebih gula, lemak jenuh atau natrium, makanan dianggap kurang baik.

Post a Comment

0 Comments